Friday, April 10, 2015

From Jilbab to Akhirat (+ Kuis)


"Berjilbab bukan puncak ketaqwaan seorang muslimah. Berjilbab langkah awal perbaikan diri." h. 85
Salah satu kewajiban muslimah adalah berjilbab. Tidak ada bantahan atau alasan macam-macam untuk menghindar dari ketentuan-Nya karena berjilbab bukanlah pilihan yang bisa dinegosiasi. Berjilbab adalah perintah Allah yang tertuang dengan jelas dalam Al-Qur'an, diantaranya An-Nur 31 dan Al Ahzab 59. Jadi, bagi wanita manapun yang menyandang 'status' Islam dan telah baligh, hukumnya WAJIB menutup aurat. 

Nah, setelah mengetahui bahwa jilbab hukumnya wajib, pertanyaan yang muncul ada berjilbab seperti apa yang syar'i, berjilbab bagaimana yang menuai ridho Allah. Perlunya mempelajari hal tersebut untuk menghindari ketidaktahuan, karena ketidaktahuan adalah sesuatu yang merugikan, bahkan tak ayal perbuatan yang diniatkan baik bisa menuai dosa ketika didasari ketidaktahuan, seperti ketika berniat baik mengenakan jilbab tapi masih mempertontonkan lekuk tubuh dikarenakan ketidaktahuan hukum syar'i berjilbab. 

Setan tahu bagaimana menggoda perempuan dalam hal berjilbab. Jika ujian muslimah dahulu adalah pelarangan keras menggunakan jilbab, maka ujian muslimah saat ini adalah jilbab yang sudah dipandang sebagai fashion. Padahal konsep dasar berjilbab adalah menutup dan melindungi pemakainya, bukan menampakkan sosoknya sehingga memancing perhatian sekitarnya. Pemahaman dan pengenalan dasar hukum, apa dan bagaimana sebenarnya jilbab syar'i tertuang lengkap dalam buku From Jilbab to Akhirat. 


"Perkiraan awal bahwa jilbab hanya akan menghalangi kebebasan saya dalam segala hal, ternyata keliru. Justru dengan berjilbab, hal itu akan menjadi penghalang bagi saya untuk berbuat tidak baik." h.114
Beberapa pernyataan sering dijadikan alasan untuk menangguhkan mengenakan jilbab, diantaranya belum siap atau ingin membenahi hati terlebih dahulu. Sayangnya, pemahaman sepertinya tidak akan pernah ada selesainya, pembenahan hati harus dilakukan terus menerus, bahkan ketika telah mengenakan jilbab. Jadikan jilbab sebagai pengingat diri ketika hati dan akal mulai menyimpang. Jadikan jilbab penyaring setiap perbuatan. Jadikan jilbab sebagai "senjata" untuk mulai membenahi diri.

Kisah-kisah inspiratif yang melengkapi penjelasan tentang jilbab dalam buku From Jilbab to Akhirat menunjukkan bahwa banyak sekali perempuan berjilbab bukan karena mereka telah menjadi baik, tapi INGIN menjadi baik. Buku yang ditampilkan dengan tata letak yang cantik ini, juga berisikan penjelasan tentang mahram dan tips memilih bahan jilbab, sehingga pembaca semakin tahu menggunakan jilbab syar'i.

Lingkungan adalah faktor penting dalam mendukung perbaikan diri. Banyak kisah yang menuturkan bagaimana lingkungan memandang pengguna "jilbab lebar", ada yang bersahabat, tapi ada juga yang mencibir. Namun, kembali lagi kepada niat, ketika perubahan dilandasi kecintaan pada Allah, pandangan manusia tak lagi berarti.

Hanya saja, ujian sedikit terasa berat ketika pertentangan munculnya dari keluarga dekat, terlebih lagi orangtua. Karena ketidakpahaman, seringkali para ibu kurang setuju ketika anak gadisnya berjilbab syar'i, ada yang takut anaknya sulit dapat pekerjaan, takut anaknya ikut aliran sesat, atau susah mendapat jodoh. Dalam buku ini, terdapat bab tentang "Melobi Orangtua" yang inshaaALLAH akan sangat membantu jika kita mendapatkan kesulitan senada.

Jilbab, 
Tak Sekadar Menutup Aurat, Tapi Juga Tiketku Menuju Surga RABB-ku

Judul: From Jilbab to Akhirat
Penulis: Tim @pedulijilbab 
Penyunting: Honey Liviando
Penerbit: Pro U Media
Cetak: Pertama, 2015
Tebal: 232 halaman
ISBN: 978-602-7820-23-4
Harga: Rp. 50.000 (Diskon 20% di www.parcelbuku.net)
Bintang: 5/5

***

KUIS FROM JILBAB TO AKHIRAT


Pertanyaan:

Apa yang terpikir dalam benakmu ketika melihat jilbab/khimar/hijab?

Syarat Peserta:

  1. Peserta WAJIB memiliki blog (tema blog bebas) dan tidak dikondisikan private karena pemenang WAJIB mengulas buku yang dihadiahkan
  2. Peserta boleh dari negara manapun, tapi jika memenangkan hadiah hanya dikirim ke alamat di Indonesia,
  3. Peserta wajib memasang banner From Jilbab to Akhirat dan disambungkan dengan link kuis pada blognya sepanjang waktu kuis
  4. Peserta menjawab pertanyaan dikolom komentar dengan menyertakan alamat blog dan akun twitter/facebook.
  5. Peserta wajib follow twitter @bacabukuislam atau like fanpage Baca Buku Islam
  6. Peserta wajib membagikan info berikut melalui twitter dengan mention @bacabukuislam atau facebook dengan mentag fanpage Baca Buku Islam
  7. Tantang berlangsung dari 11 April s/d 11 Mei 2015,
  8. Pemenang akan diumumkan (inshaaALLAH) 14 Mei 2015

Hadiah:
2 Orang Pemenang akan mendapatkan
masing-masing 1 Buku From Jilbab to Akhirat
(Pemenang WAJIB mengulas buku-buku tersebut minimal sebulan setelah hadiah diterima)
Readmore → From Jilbab to Akhirat (+ Kuis)

Tuesday, April 7, 2015

Pengumuman Pemenang Maret #IsRC15


Assalamu'alaykum, sahabat

Sebelumnya mohon maaf sebesar-besarnya karena baru mengumumkan pemenang Islamic Reading Challenges edisi Maret 2015. Banyak aktivitas yang tidak bisa ditunda dan jaringan internet yang tidak bersahabat sering menjadi kendala. Dan maaf juga, bulan Maret tidak ada kuis tambahan karena bulan Maret sama sekali tidak ada ulasan dan memang belum menuntaskan satu buku pun. hiks!

InshaaALLAH, semoga bulan April bisa lebih baik ^_^

Jadi, sekarang saya ingin mengumumkan pemenang resensi buku di bulan Maret

Pemenang Buku Pilihan Bulan Maret 2015
  1. Ila Rizky (http://resensi.ilarizky.com/2015/03/anakku-tiket-surgaku-mengajak-anak.html)
  2. Muhammad Rasyid Ridho (https://ridhodanbukunya.wordpress.com/2015/03/16/buku-saku-terapi-spiritual/)


Buku Pilihan (pilih salah satu)
  1. Diet Islami (sinopsis cek di http://www.parcelbuku.net/non-fiksi/kesehatan/diet-islami/)
  2. Mei Hwa Dan Sang Pelintas Zaman (sinopsis cek di http://www.parcelbuku.net/fiksi/keluarga/mei-hwa-dan-sang-pelintas-zaman/)


Silakan pemenang mengirimkan data diri dan judul buku pilihan ke sinthionk@gmail.com dan WAJIB mengulas buku tersebut paling lambat sebulan setelah diterima (Mohon diinformasikan ketika buku telah sampai)

Readmore → Pengumuman Pemenang Maret #IsRC15

Wednesday, March 4, 2015

Pengumuman Pemenang Februari #IsRC15 dan Suami Sempurna



Alhamdulillah, Islamic Reading Challenge masuk bulan Maret. Meski agak pontang-panting membagi waktunya, inshaaALLAH tetap semangat. Jadi, maaf kalau pengumuman agak terlambat :)

NOTE: Mulai Bulan Maret 2015 ada tambahan syarat dalam mengulas buku, yaitu harus memuat kutipan dalam buku :)

Langsung aja yaa...

Pemenang Buku Pilihan Bulan Februari 2015

  1. Leyla Hana (http://bukudanhidupku.blogspot.com/2015/02/super-health-gaya-hidup-sehat-rasulullah.html)
  2. Tyaseta Sardjono (http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com/2015/02/review-kado-ingat-mati.html)
Buku Pilihan (pilih salah satu)
  1. Dekati Dia (sinopsis cek di http://www.parcelbuku.net/non-fiksi/dekati-dia/)
  2. Zero to Hero (sinopsis cek di http://www.parcelbuku.net/non-fiksi/agama/zero-to-hero/)
Silakan pemenang mengirimkan data diri dan judul buku pilihan ke sinthionk@gmail.com dan WAJIB mengulas buku tersebut paling lambat sebulan setelah diterima (Mohon diinformasikan ketika buku telah sampai)

***

KUIS SUAMI SEMPURNA


Satu lagi pengumuman Pemenang kuis Suami Sempurna. Pemenang kuis kali ini adalah 2 orang untuk mendapatkan buku berjudul Suami Sempurna, adalah

  1. Muhajjah Saratini
  2. Nisa
Silakan pemenang mengirimkan data diri ke sinthionk@gmail.com dan WAJIB mengulas buku tersebut paling lambat sebulan setelah diterima (Mohon diinformasikan ketika buku telah sampai)

InshaaALLAH akan ada kuis berikutnya, jadi jangan menyerah!!
Readmore → Pengumuman Pemenang Februari #IsRC15 dan Suami Sempurna

Monday, February 16, 2015

Yang Tersimpan di Sudut Hati


Judul: Yang Tersimpan di Sudut Hati
Penulis: Ade Anita
Penerbit: Quanta
Cetak: 2013
Tebal: 440 halaman
ISBN: 9786020221120
Harga: Rp. 43.840 (di www.parcelbuku.net)

Ulasan Buku:
"Sepatutnya memang tidak perlu menyesali sesuatu yang telah diturunkan lewat sebuah takdir. Terus menerus mengasihani diri sendiri hanya karena tertimpa takdir yang tidak dikehendaki akan membuat seseorang buta untuk melihat rezeki dan karunia lain yang diturunkan bersamaan dengan takdir tersebut" (h. 51)
Tidak ada satu kejadian pun di muka bumi ini, di luar kendali Allah swt. Keyakinan yang begitu besar akan kekuasaan Sang Pelindung inilah yang membuat keluarga Aslam menjalani kehidupannya dengan penuh rasa syukur. Meski kondisi Aslam yang buta sebelah dan pincang, serta istrinya, Mak Pinah, yang mengalami kelumpuhan, mereka memiliki putra-putri yang soleh solehah. Solasfiana, Isfahan, dan Marsyapati, tiga bersaudara yang begitu membanggakan orangtuanya. 

Kesabaran dan rasa syukur pun tetap bersemanyam dalam diri mereka meski saudara lain dalam rumah panggung kerap memandang sebelah mata. Namun, ujian hadir kala Sang Ayah, Aslam, menghembuskan nafas terakhir ketika bersama putranya, meraih rezeki. Tak berhenti di situ, menyusul kematian Nek Nang Basyumi dan para tetangga yang mencetuskan isu santet. Keluarga Mak Pinah yang tidak tahu menahu, dituduh melakukannya dan diusir dari kampung. Tak jelas akan ke mana, tak ada saudara yang dapat dijadikan tumpuan, Mak Pinah dan anak-anaknya terus berdoa mengharap pertolongan-Nya dan ketetapan takdirnya yang selalu memiliki makna.
"Isfahan benar, Fiana juga benar. Memang ada kalanya kita menunggu, tapi ada kalanya bertindak dahulu adalah lebih baik ketimbang menunggu. Tapi, selain dari dua ini, ada yang namanya takdir dari Allah. Kuasa Allah lah yang membuat kita tergerak untuk mengambil keputusan menunggu atau bertindak. Apa alasan Allah hingga menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu itu? Hanya Allah yang tahu. Pasti ada sesuatu yang dalam perhitungan Allah lebih baik jika kita diberikan takdir itu." (h. 382)
Pertama, acungan jempol untuk desain sampulnya yang cantik, menyenangkan untuk dipandang. Alur cerita bergerak maju, meski sesekali ada flashback, tujuannya lebih kepada memperkuat/menjelaskan kejadian. Kisah cinta remaja antara Solasfiana dan Sofyan, membuat cerita tak melulu terasa pahit, ada sisi manis dalam alur cerita yang memberi senyum meski di kemudian hari, kisah mereka tak berjalan mulus.

Latar cerita yang bertempat di Palembang cukup terasa melalui deskripsi Sungai Musi, rumah panggung, sampan, hutan belantara, adat istiadat, dan mitos-mitos yang terselip sepanjang alur. Tapi, akan semakin kental jika penulis lebih banyak menggunakan bahasa daerah dalam dialog-dialog. Apalagi mengingat wilayah Palembang yang diambil adalah pedalaman, penggunaan bahasa daerah biasanya lebih mendominasi, terutama oleh orang-orang tua.

Yang Tersimpan di Sudut Hati, sarat dengan pesan moral tentang keyakinan bahwa kesedihan/ujian yang datang, bukan untuk menjatuhkan seorang hamba, tetapi memperkuat dan menggiringnya menjadi sosok yang lebih baik. Meski kau terluka dan menangis, ingatlah cukuplah Allah menjadi Penolong dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.
Readmore → Yang Tersimpan di Sudut Hati

Sunday, February 8, 2015

Suami Sempurna (+ Kuis)


Cerita pendek Suami Sempurna memang cocok untuk dijadikan judul buku, tak sekadar menjadi salah satu cerita yang apik tapi juga menjadi pembawa pesan bahwa tidak ada kehidupan yang sempurna. Memiliki suami yang tak memiliki empati, memang ujian berat bagi Astri. Tak sekali dua kali dia mengingatkan, bahkan tak jarang berujung pada perdebatan. Suami, terkadang lupa bahwa ada sosok-sosok muda yang membutuhkannya. Bukan uang tapi perhatian, cerita dalam Aku Adalah Ayah menjadi peringatan untuk para ayah perihal tersebut. Para istripun mendapat sentilan melalui kisah Sabrina yang berjudul Dua Bunda.

Awalnya cerpen-cerpen berkisah tentang dilematik sederhana dalam keluarga, tentang pasangan suami-istri dan menantu-mertua. Namun, cerpen mulai 'panas' ketika bercerita tentang kehidupan Ningsih yang memuat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), bahkan kisah Nada Pasir Kaliasem terasa miris saat perempuan 'tidak' memiliki pilihan. Penulis tak hanya bertutur tentang kekerasan yang terjadi pada perempuan, Terempas Asa mencerminkan kepedihan anak ketika mengetahui dirinya hanyalah anak buangan.
Pernah tinggal di Batam, penulis menceritakan kehidupan pekerja wanita yang merantau ke kota tersebut. Merpati Kelabu dan Bunga Karang menjadi gambaran tentang beban kehidupan perempuan pekerja pabrik. Menjadi tulang punggung keluarga dan harus mencari tambahan penghasilan demi mencukupi keluarga di kampung. Ada juga Taksi Plat Hitam yang menimbulkan kengerian pada resiko para perempuan ketika harus pulang malam, mengingatkan para berita-berita kriminal yang bertaburan di layar televisi.

Masih ada beberapa kisah yang sebagian besar cerpennya mengangkat kehidupan perempuan dengan segala problematikanya. Sisi islami tidak terlalu menonjol, tapi terselip dalam beberapa cerita. Gaya bahasa Nurul F Huda tergolong sederhana. Jika sedikit membandingkan dengan kumcer sejenis, Sakinah Bersamamu sangat tampak kesederhanaan dalam merangkai kata. Konflik juga tidak terlalu tajam. Namun, bagian yang menarik adalah pada akhir cerita. Hampir di semua cerpen, penulis tidak membuatnya tuntas, dibiarkan mengambang, tapi tidak tanggung. Bukan dalam artian supaya pembaca menebak sendiri bagaimana akhirnya, tapi seperti menggambarkan, ya begitulah hidup.

Judul: Suami Sempurna
Penulis: Nurul F. Huda
Penerjemah: Sabila
Penerbit: Lingkar Pena
Cetak: Pertama, Desember 2011
Tebal: 252 halaman
ISBN: 9786028851855
Harga: Rp. 22.000 (di www.parcelbuku.net)
  
***
KUIS SUAMI SEMPURNA
 
 
Pertanyaan:

Sebutkan buku atau cerpen bertemakan keluarga yang pernah kamu baca dan membekas/menginspirasimu? (sebutkan alasannya)

Syarat Peserta:
  1. Peserta WAJIB memiliki blog (tema blog bebas) dan tidak dikondisikan private karena pemenang WAJIB mengulas buku yang dihadiahkan
  2. Peserta boleh dari negara manapun, tapi jika memenangkan hadiah hanya dikirim ke alamat di Indonesia,
  3. Peserta menjawab pertanyaan dikolom komentar dengan menyertakan alamat blog dan akun twitter/facebook.
  4. Peserta wajib follow twitter @bacabukuislam atau like fanpage Baca Buku Islam
  5. Peserta wajib membagikan info berikut melalui twitter dengan mention @bacabukuislam atau facebook dengan mentag fanpage Baca Buku Islam
  6. Tantang berlangsung dari 9 Februari s/d 2 Maret 2015,
  7. Pemenang akan diumumkan (inshaaALLAH) 4 Maret 2015

Hadiah
2 Orang Pemenang akan mendapatkan 
masing-masing 1 Buku Suami Sempurna
(Pemenang WAJIB mengulas buku-buku tersebut minimal sebulan setelah hadiah diterima)


Readmore → Suami Sempurna (+ Kuis)

Saturday, January 31, 2015

Pengumuman Pemenang Januari #IsRC15 dan Real Masjid Series



Alhamdulillah, Islamic Reading Challenge sudah berjalan sebulan dan ulasan-ulasan buku yang masuk luar biasa. Saya sampai bingung memilahnya. Rencana awal, pemenang bulan hanya untuk 1 orang, tapi melihat banyaknya ulasan yang bagus, diputuskan Bulan Januari ini, ada 2 orang pemenang buku pilihan.

NOTE: Ada beberapa ulasan yang menarik tapi sayang tidak mencantumkan link Islamic Reading Challenge di dalamnya (aturan no. 10) sehingga dianggap tidak memenuhi kriteria.

Pemenang Buku Pilihan Bulan Januari 2015
  1. Evyta Ritonga (http://www.lensabuku.com/1455/kitab-al-ilmi-oleh-asy-syaikh-muhammad-bin-shalih-al-utsaimin/)
  2. Ade Delina Putri (https://delinabook.wordpress.com/2015/01/17/lapis-lapis-keberkahan-pokok-hidup-keberkahan/)
Buku Pilihan (sinopsis bisa diklik pada judul)
  1. Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus, & Bersiap Untuk Akhirat oleh Yusuf Mansyur dan Arifin Ilham
  2. Tilawah Cinta Surah Ar-Rahman oleh Fitri Handayani
Silakan pemenang mengirimkan data diri dan judul buku pilihan ke sinthionk@gmail.com dan WAJIB mengulas buku tersebut paling lambat sebulan setelah diterima (Mohon diinformasikan ketika buku telah sampai)

***
KUIS REAL MASJID SERIES


Satu lagi pengumuman Pemenang kuis Real Masjid Series. Meski hanya diikuti 3 orang tapi jawabannya menarik dan membuat saya penasaran dengan komik yang disebutkan. Tapi pilihan harus diberikan pada satu orang dan beliau yang mendapatkan satu set komik Real Masjid adalah

Yusuf Pasha Irwansyah

Silakan pemenang mengirimkan data diri ke sinthionk@gmail.com dan WAJIB mengulas buku tersebut paling lambat sebulan setelah diterima (Mohon diinformasikan ketika buku telah sampai)

InshaaALLAH akan ada kuis berikutnya, jadi jangan menyerah!!
Readmore → Pengumuman Pemenang Januari #IsRC15 dan Real Masjid Series

Sunday, January 25, 2015

Bukan Shalat Biasa



Shalat paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat yang dilakukan di keheningan malam (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Nasa'i)
Susah shalat malam? Aih, sama! Godaan bantal dan pejaman mata rasanya sulit untuk dilepaskan. Ada beberapa hal yang diungkapkan dalam buku ini, yang membuat seseorang sulit untuk bangun malam, di antaranya, terlalu banyak makan dan terlalu sibuk dengan aktivitas dunia di siang hari. Merasa? Saya merasa #menunduk. Shalat malam memang Bukan Shalat Biasa, shalat yang dapat menjadi bukti kecintaan seorang hamba pada Penciptanya. Shalat dimana Allah menyanjungnya melalui firman_Nya, "Lihatlah hamba-hamba-Ku ini. Mereka berdiri shalat di gelap malam saat tidak ada siapa pun melihatnya selain Aku."

Bukan Shalat Biasa adalah buku yang menuturkan tentang shalat malam atau biasa disebut qiyaumul lail. Berbeda dengan buku bertema sejenis yang lainnya, buku ini tidak terlalu menyoroti teori tentang apa, bagaimana teknis, manfaat, atau menjaga keistiqomahan shalat malam, meski disinggung juga diawal bab. TAPI lebih banyak menyuguhkan kisah dari malam-malam Rasulullah, sahabat nabi, para tabi'in dan orang-orang soleh yang teguh dan menikmati setiap shalat malamnya.

Subhanallah, ketika seseorang sudah terbiasa bangun malam dan melaksanakan shalat malam, Allah begitu mencintainya sehingga disaat hamba-Nya lalai karena lelapnya tidur, ada 'alarm' yang hadir untuk membangunkan. Terlantun banyak kisah tentang mimpi dan bisikan kepada para salafus shaleh ketika qiyaumul lail-nya hampir ditinggalkan. Salah satu kisah pengingat betapa indahnya qiyaumul lail,
Mimpi Orang-Orang yang Bertahajud dari Urdun. 
Pada suatu saat, ada seorang yang bercerita tentang mimpi orang bertahajud dari Urdun, yaitu ketika ia sedang ribath (berjaga-jaga di perbatasan)
Seorang Urdun pernah bercerita, "Ketika kami berjaga-jaga di Soirofiyyah, hampir kami tidak tidur sepanjang malam. Kami berjaga-jaga sambil melantunkan takbir dan tahlil. Kemudian sebagian dari kami ada yang tidur da sebagian lainnya ada yang berdiri untuk melaksanakan shalat tahajud. Pada suatu malam, aku tidur di penghujung malam. Tiba-tiba, aku bermimpi melihat sekelompok orang yang membaca baju turun dari langit kepada orang-orang yang berada di mesjid. Mereka berdiri di samping setiap orang yang shalat kemudian mengenakan pakaian yang mereka bawa kepada orang-orang yang sedang shalat. Ketika mereka sampai kepada orang yang sedang tidur, mereka pun melewatinya.
Ketika mereka sampai kepadaku, saya katakan kepada mereka, 'Apakah kalian juga akan mengenakan pakaian yang kalian bawa kepadaku?' Mereka jawab,' Sesungguhnya itu bukanlah baju, melainkan ridha Allah yang diberikan kepada mereka.'" ~ Bukan Shalat Biasa h. 248
Kisah-kisah datang dari banyak sosok teladan dari sahabat Rasulullah saw sampai para tabi'in. Dari buku ini saya diingatkan kembali untuk mencari tahu tentang tokoh-tokoh yang sudah ingin saya baca kisah hidupnya seperti Shalahuddin Al-Ayyubi, Imam 4 Madhzab, atau Salman al Farisi; Selain itu, juga menemukan nama-nama tokoh ahli fikih atau para tabi'in yang sekiranya layak untuk digali lebih dalam kisah hidupnya.
 
Sayang, buku ini tidak mencantumkan referensi dalam bentuk daftar pustaka supaya terlihat lebih rapi dan mengetahui keshahihannya. Meski sesekali dalam penjelasan penulis menyebutkan buku-buku yang dijadikan dasar dari kisah sahabat dalam melaksanakan shalat malam. Tapi, buku ini sangat direkomendasikan untuk siapapun yang ingin menambah semangat meraih qiyaumul lail.

Judul: Bukan Shalat Biasa
Penulis: Ahmad Musthafa Qasim
Penerjemah: Masrukhin
Penerbit: Pena
Cetak: Kedua, Januari 2008
Tebal: 300 halaman
ISBN: 797-3855-18-5
Harga: Rp. 10.000 (beli di Indonesia Book Fair 2014)
Bintang: 4.5/5
Readmore → Bukan Shalat Biasa

My Blog List

 

. Template by Ipietoon Cute Blog Design