Showing posts with label herry nurdi. Show all posts
Showing posts with label herry nurdi. Show all posts

Tuesday, February 9, 2016

The Secret of Heaven

Judul: The Secret of Heaven
Penulis: Herry Nurdi
Penyunting: Taufan E. Prast
Penerbit: Lingkar Pena
Cetak: Pertama, Juni 2009
Tebal: 268 hlm
ISBN: 978-602-8436-31-1
Bintang: 5/5


Siapa bilang masuk surga itu gampang?
Surga meminta tebusan yang sangat mahal
Kesadaran yang tinggi, Amal yang besar
Keberanian yang tak kenal gentar, Dan lebih dari segalanya,
surga meminta ketakutan dan cinta kita pada 
Tuhan Semesta Alam

Meski istilah instan banyak beredar, tapi tidak ada yang benar-benar instan. Bahkan untuk dapat memakan mie instan pun, kita harus bergerak merebus air  dan mengambil mangkuk. Semua hal membutuhkan usaha, meski hanya dengan satu gerakan, meski hanya berupa tarikan napas. Karena manusia tanpa usaha, layaknya makhluk mati. Jadi ketika kau menginginkan surga, apa yang sudah kamu usahakan?

Tidak ada kejadian atau hal yang berdiri sendiri, semua pasti memiliki keterkaitan. The Butterfly Effect. Apa yang kita lakukan, sangat mungkin memiliki dampak pada orang lain. Rantai yang saling berkait inilah yang perlu untuk dipahami oleh setiap manusia agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan/tindakan.
Seluruh dari kita memiliki ikatan dan kaitan, dengan hidup dan peristiwa yang dialami oleh manusia lain dalam kehidupan yang berbeda. Karenanya, wahai makhluk yang berakal, pikirkanlah benar-benar perbuatan yang akan kita lakukan.(h. 12)
Keterkaitan antar manusia bisa memberikan dampak positif dan amal jariyah asalkan manusia selalu melandaskan perbuatannya sesuai aturan Allah Swt, mendasari pemikirannya untuk mendapat ridho Allah. Bahkan, kewajiban setiap muslim untuk mengajak saudaranya pada keridhoan Allah, bisa jadi membantu perubahan kehidupan bermasyarakat.

Ke-35 tulisan Herry Nurdi ini bukan sekadar muhasabah tetapi juga kontemplasi, ajakan untuk menyuarakan, bertindak, dan berdakwah tentang kebenaran. Diam tak selalu emas. Diam juga bisa berubah menjadi dosa. Karena dengan diamnya, sesuatu menjadi hancur. Penulis memperlihatkan bahwa ilmu yang dimiliki tak akan berguna jika tidak dilanjutkan dengan tindakan.

Kita tahu sesuatu itu salah, tapi hanya diam. Apakah akan memberikan perubahan? Apakah selama ini kita cuek dan mencari-cari alasan untuk menghindar? Bisa jadi, tindakan yang kita ambil untuk mengatasi kesalahan akan menjadi pemberat timbangan di Padang Mashyar, menjadi amalan yang melapangkan jalan menuju surga yang hakiki.

Seperti ciri khas tulisan Herry Nurdi, esai-esai dalam buku ini terasa lugas, to the point, dan mencerahkan. Tak hanya tentang dakwah, masalah pendidikan dan ibadah juga disinggung dalam esai-esai tersebut. Pembahasan ibadah dititikberatkan pada shalat. Amalan pertama manusia yang bakal dihisab adalah shalatnya. Tapi hari ini, begitu banyak Muslim yang meninggalkan dan meremehkannya. Padahal, kunci dari kuatnya tiang agama ini seyogyanya adalah pengingat, penenang, dan kekuatan untuk terus berjuang di jalan Allah. Sedangkan, permasalahan pendidikan disampaikan lewat tulisan tentang Shalahuddin Al-Ayyubi dan bagaimana kita memilih sosok ulama yang akan kita jadikan guru.


GIVEAWAYS
2 (DUA) PEMENANG BUKU "THE SECRET OF HEAVEN"

Pertanyaan:

Buatlah kalimat ajakan istiqomah yang mengandung kata 'surga'?

Aturannya:
  1. Terbuka untuk semua yang berdomisili di Indonesia
  2. Jawab pertanyaan di kotak komentar
  3. Share link ulasan + giveaways buku The Secret of Heave di akun twittermu. Jangan lupa mention @bacabukuislam dan 2 temanmu, Hastag #TSOH
  4. Follow blog ini dengan mengisikan email aktifmu di kolom "Follow by email" atau follow via bloglovin.
  5. Giveaways berlangsung sampai dengan tanggal 19 Februari 2016
  6. Pemenang dipilih oleh pemilik blog berdasarkan jawaban dari pertanyaan. Hasil keputusan tidak dapat diganggu gugat
  7. Bila 48 jam setelah pemenang dihubungi, tidak ada jawaban, maka saya akan memilih pemenang baru.
Readmore → The Secret of Heaven

Saturday, January 7, 2012

Perjalanan Meminang Bidadari



“Segala sesuatu memiliki dua sisi. Entah benda, apalagi manusia dan pikirannya. Seseorang bisa dianggap sebagai pahlawan di satu sisi, tapi bisa juga sebagai penjahat di sisi lain. Dianggap kawan bagi sekelompok orang, tapi musuh bagi sekelompok yang lain.”

Penilaian dari orang lain atas diri manusia memang tidak lepas dari sudut pandang dan pemikiran yang terbentuk dalam kepala setiap manusia. Namun, jika Anda seorang muslim sepertinya layak memproklamirkan bahwa ke-10 pria pilihan penulis ini sebagai seorang kawan, bahkan sosk yang patut menjadi teladan, atas keistiqomahan mereka dalam memperjuangkan kemuliaan Islam. Sosok-sosok yang sangat teguh dengan pendiriannya, sosok-sosok yang tak kenal ampun melawan penindasan, sosok-sosok yang berjuang dalam perjalanan meminang bidadari.

Jujur, hampir sebagian besar tokoh dalam buku, baru saya kenal lewat lembaran memoar yang dituliskan oleh Herry Nurdi ini. Namun, di antara yang saya kenal, nama Syekh Ahmad Yasin-lah yang jelas sangat menginspirasi. Dulu saya sering melihat sosoknya muncul di layar televisi. Sosok yang renta, tubuh yang sudah lumpuh, indera yang tidak berfungsi dengan baik, namun segala kekurangan fisik ternyata tak membuatnya menjadi lemah, malahan menjadikannya tokoh dengan pemikiran tajam dan ditakuti oleh musuh. Tua tidak membuatnya takut untuk melawan perampokan yang dilakukan oleh Bani Israel. Syekh Ahmad Yasin hanya ingin memperjuangkan apa yang menjadi haknya, hak rakyat Palestina, seperti yang dikatakannya, “Aku tidak melawan Yahudi karena mereka Yahudi. Aku melawan karena mereka merampas tanah kami – [h.83]. Itulah sebagian kecil dari memoar yang padat-berisi tentang masa hidup Syekh Ahmad Yasin

Tak ada kata terlalu tua untuk berjihad di jalan Allah ~ Syekh Abdullah Yusuf Azzam

Kalimat yang dikutip dari halaman 120 tersebut, yang diucapkan salah satu tokoh dalam buku “Perjalanan Meminang Bidadari”, cukup mewakili bagaimana kesepuluh mujahid benar-benar ‘menghabisi’ umurnya hanya ditujukan pada-Nya, hanya untuk mendapat ridho-Nya, hanya demi meraih kemuliaan di jalan-Nya.

Hasan Al Banna, Sayyid Qutb, Omar Mukhtar, Yahya Abdul Latif Ayyash, Ibnul Khatab, Syekh Abdul Yusuf Azzam, Abdul Aziz Rantisi, Abdullah Syamil Salmanovich Basayef, dan Dzokar Musayevich Dudayev, adalah rangkaian nama yang perjalanan hidupnya coba dipaparkan oleh penulis, agar menjadi inspirasi bagi siapapun yang membaca. Saya pribadi setelah membaca buku ini, benar-benar dibuat takjub dengan komitmen yang dipegang teguh, bahkan di kala iman menurun pun, mereka masih dapat bangkit kala mengingat apa yang menjadi tujuan hidup mereka, seperti yang terkisah pada memoar Sayyid Qutb. Sungguh, memoar-memoar dari para mujahid ini pasti akan membuat pembaca termenung, seperti halnya saya. Coba merenungi kembali apa sebenarnya hakikat hidup di dunia, kembali memaknai segala bentuk ibadah, sekecil apapun, bahkan saya berani berkata buku ini insyaALLAH akan menjadi pendongkrak di kala futur.

Sedikit menyinggung tentang jihad. Dewasa ini jihad seringkali dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Sebuah cara pandang yang rupanya berhasil dicekokkan media lewat banyaknya propaganda yang semakin menyudutkan Islam. Efeknya, sebagian masyarakat anti dengan istilah jihad. Well, saya sebenarnya masih tergolong awam jika harus memaparkan segala tentang jihad, tapi kutipan dari perkataan Buya Hamka dalam artikel Membela Jihad dalam Pandangan Buya Hamka sepertinya layak untuk direnungkan kembali.

Ketakutan menyebut perkataan jihad adalah dikarenakan hilangnya kepribadian sebagai muslim, atau memang disengaja untuk menghilangkan harga diri sebagai muslim sejati.”

Judul: Perjalanan Meminang Bidadari
Penulis: Herry Nurdi
Penyunting: M. Irfan Hidayatullah
Penerbit: Lingkar Pena
Terbit: Pertama, 2011
Tebal: 210 hlm
Readmore → Perjalanan Meminang Bidadari

Sunday, December 25, 2011

Perjuangan Muslim Patani


Sebagian besar dari umat muslim pasti tahu mengenai pergolakan di Palestina. Perebutan wilayah yang dilakukan secara paksa, sadis dan sporadis oleh Israel atas bumi Al-Aqsha. Beragam berita pun muncul dan memperlihatkan kekejaman Israel. Kesadisan dari si laknatullah ini mampu membangkitkan kesadaran moral dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Acara-acara penggalangan dana untuk membantu rakyat Palestina pun sempat membanjiri setiap daerah. Sayangnya, kegiatan seperti itu hanya berlangsung secara momentum.

Setiap kali ditanya wilayah muslim mana yang mengalami penindasan yang tiada berakhir, pasti kebanyakan orang akan menyebutkan nama Palestina. Ya, negara tersebut lah yang sering kali di-expose oleh media. Namun, kenalkan Anda dengan nama Patani? Atau Muslim Patani? Sebagian pasti akan mengerutkan kening, mencoba untuk menggali ingatan yang berkenaan dengan nama tersebut.

Konflik Muslim Patani memang sangat jarang diangkat oleh media. Padahal kondisinya tak jauh berbeda dengan rakyat Palestina, dimana bangsanya sedikit demi sedikit ingin dilenyapkan. Patani adalah sebuah wilayah di selatan Thailand yang mengalami penindasan dari penjajah Syam/Thailand. Dulunya, Patani merupakan wilayah kerajaan muslim yang merdeka, tapi kemudian muncul Perjanjian Bangkok yang berisikan pembagian wilayah kekuasaan antara Inggris dan Siam/ Thailand, dan Patani pun termasuk dalam kewenangan Siam.

Pemerintahan Thailand melakukan pembunuhan tidak hanya secara fisik, tetapi juga hampir ke semua aspek kehidupan, seperti pendidikan, sosial, sejarah, dan budaya. Penutupan berbagai pondok pesantren, penghapusan bahasa melayu yang digantikan bahasa siam pada mata pelajaran bahasa, melakukan asimilasi kebudayaan Siam ke tubuh Patani, penghapusan hukum pernikahan dan waris islami dalam permasalahan hukum, bahkan sejarah mulai dikaburkan dengan menyebutkan Patani termasuk bagian wilayah Thailand. Upaya-upaya inilah yang membuat rakyat Patani geram, hingga menimbulkan pemberontakan dari mereka.

Profesi penulis yang telah malang melintang di dunia jurnalistik dan adanya berbagai fakta yang pernah dilihatnya di lapangan membuat esai-esainya bernada bahasa lugas dan tegas. Penggambaran kondisi rakyat Patani pun terasa lebih nyata dengan adanya dukungan foto-foto yang cukup banyak terlampir dalam buku. Sayangnya, hampir sebagian foto tidak diberi keterangan lokasi atau kejadian.

Terdapat 17 esai yang disuguhkan ke dalam buku yang nyaman untuk dibawa-bawa ini. Hanya saja, bentuknya yang berupa kumpulan esai membuat kerunutan pembahasan tidak terjalin dengan baik dan terkesan morat-marit. Alangkah lebih bagusnya lagi jika pemaparan tentang Muslim Patani ini dibuat dengan subbab yang lebih runut, mulai dari sejarah awal Kerajaan Melayu Patani, masuknya ‘rezim’ Thailand, pemberontakan/perjuangan rakyat Patani, hingga tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam perjuangan kemerdekaan Patani. Dengan kerunutan tersebut, pembahasan tentang Patani akan lebih jelas dan terstruktur, tidak bolak-balik dan loncat-loncat.

Terlepas dari kekurangannya, buku ini dapat dijadikan wacana awal bagi siapapun yang ingin peduli dengan perjuangan dari sesama muslim. Kita tak hanya harus peduli dengan penderitaan Palestina, karena ada negara tetangga yang juga membutuhkan bantuan dan doa kita, Melayu Patani.

Judul : Perjuangan Muslim Patani
Penulis : Herry Nurdi
Penyunting: Adhes Satria
Penerbit : Sabili Publishing
Terbit : Cetakan Pertama, 2010
Tebal : xiv+186 halaman
kunjungi: http://parcelbuku.com
Readmore → Perjuangan Muslim Patani

Ngefans Sama Rasul


Di sela-sela menekuni buku fiksi-sejarah tentang Rasululloh, saya membaca tuntas buku berjudul 'Ngefans Sama Rasul'. Buku yang sudah bertampang lecek ini, kembali saya baca untuk me-refresh kepala dengan sejarah hidup sosok yang terkenal dengan gelar al-Amin. Saya membeli buku ini sekitar tahun 2006 di sebuah bazar buku di kampus dulu. Wow! ingatanku baik sekaleee...jarang-jarang neh ^^ Iya lah, karena membelinya barengan dengan buku "Palestina, Emang Gue Pikirin", buku yang saat itu sedang saya idam-idamkan *malah buku P,EGP yang belum kelar dibaca :p*

Sampai saat ini saya masih suka membacanya. Kalau ditengok dari judul dan desain sampul, pasti akan tertangkap kesan gaul dari bukunya. Ya, desain sampullah yang dulu mendorong saya untuk membeli buku ini, supaya adik-adik tertarik untuk membacanya *me too-lah*. Apalagi saat itu adikku sangat menyukai gambar kartun-kartun lucu, sehingga semakin memantapkan diri untuk membeli buku ini yang juga berisi ilustrasi-ilustrasi gokil.

Adanya unsur gaul dan gokil dalam buku terbitan Lingkar Pena ini, tidak mengurangi kualitas dari kisah tentang riwayat hidup Rasululloh. Berawal dari pertemuan Rasulullah dengan Bahira, seorang pendeta yang melihat tanda kenabian dari Muhammad yang saat itu sedang melakukan perjalanan dagang dengan pamannya, Abu Thalib, cerita kehidupan sang nabi mengalir dengan bahasa yang ringan dan mudah untuk dikonsumsi otak.

Walaupun menggunakan bahasa yang ringan, perjalanan dakwah Rasululloh yang penuh hujatan dan kisah peperangan, Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khaldaq, tidak membuatnya kehilangan aura kesungguhan dan perjuangan dari Nabi dan pengikutnya yang menggetarkan, bahkan rangkaian kata yang mengisahkan wafatnya Rasululloh dialiri keharuan. Penulis yang pernah menjabat sebagai redaktur pelaksana di majalah sabili ini, menuturkan kisah hidup Rasululloh dengan bersumber dari banyak literatur yang telah terjamin kebenarannya, sehingga tidak perlu diragukan lagi kevalidan isi buku yang masuk dalam lini Eduteens ini.

Jika menengok dan menekuni kehidupan manusia yang dipenuhi kemuliaan ini, maka sangatlah patut jika sosoknya dijadikan idola yang tidak akan lekam dalam jiwa setiap insan, termasuk para muda-mudi yang saat ini banyak terlena dengan gemerlap dunia glamor dan hedon.

Judul : Ngefans Sama Rasul
Penulis : Herry Nurdi
Editor: Tim Editor Lingkar
Penerbit : Lingkar Pena Publishing House
Tahun : Desember 2005
Genre : Biografi
Tebal : 181 halaman
ISBN : 979-3651-71-7

kunjungi: http://wisata-buku.com
Readmore → Ngefans Sama Rasul

My Blog List

 

. Template by Ipietoon Cute Blog Design