Wednesday, March 26, 2014

Pejuang Subuh Meraih Ridho-Nya

"Setiap Perintah ibadah yang diwajibkan Allah sejatinya adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri." [h. 15]
Subuh, adalah sholat dengan jumlah rakaat tersedikit, tapi kerap menjadi yang terberat dilaksanakan. Buaian selimut dan empuknya bantal menjadi ujian berat bagi seseorang setiap kali adzan subuh berkumandang saat langit masih gelap. Asholattu khoirun minan naum ... Sholat lebih baik daripada tidur. Namun, janji Allah pun tak kalah luar biasa bagi hamba-Nya yang berhasil mengalahkan segala godaan subuh. Keselamatan, surga, rezeki, pertolongan dan masih banyak jaminan dari Allah yang terurai dalam hadist dan ayat Al-Qur'an menjadi keistimewaan Subuh.

Waduh, bangun aja susah, apalagi disuruh berjamaah! 

Lagi-lagi untuk mendapatkan segala keistimewaan shalat, seorang hamba harus benar-benar diuji. Padahal ketika kaki mulai melangkah ke masjid, tak hanya rahmat Allah yang mengikuti, tetapi juga ada dampak kesehatan yang dipaparkan dengan jelas dalam bab fakta ilmiah shalat subuh. Kenikmatan shalat subuh itulah yang ingin ditunjukkan dan ditularkan @pejuangsubuh dengan mengajak para follower-nya membuat target.

Target yang dibuat itulah kemudian mengarahkan pelaksananya untuk menciptakan habits shalat subuh di awal waktu. Mudah? Tidak juga, terlihat dari kisah-kisah nyata orang yang berusaha untuk istiqomah mengerjakan shalat subuh. Tak sekadar bercerita tentang perjuangan untuk bangun subuh, tapi juga memperlihatkan kekuasaan Allah yang indah. Cahaya hidayah, perlindungan, kenikmatan, menjadi buah-buah kepayahan pejuang subuh untuk meraih ridho-Nya melalui waktu subuh.

Judul: Pejuang Subuh
Penulis: @pejuangsubuh
Penyunting: Seno Teguh Pribadi
Penerbit: WahyuQalbu
Cetak: Pertama, 2013
Tebal: xxviii + 208 hlm
ISBN: 979-795-774-8
Harga: Rp. 47.000
Readmore → Pejuang Subuh Meraih Ridho-Nya

Thursday, March 20, 2014

Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah Islam

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]
Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah Islam, kalimat yang disadur dari slogan Bung Karno ini, mungkin menjadi salah satu misi dari buku berjudul Muhammad Al-Fatih 1453. Buku ini memuat biografi tokoh besar yang pernah dimiliki sejarah Islam, seorang pemimpin yang menggenggam erat perkataan Rosulullah dan yakin bahwa "ramalan" tersebut akan terealisasi di tangannya.

Pendidikan Masa Kecil

Tak dipungkiri bahwa pendidikan masa kecil berpengaruh besar pada terbentuknya karakter seseorang. Sultan Mehmed II bin Murad II, yang lebih dikenal dengan nama Muhammad Al-Fatih mendapatkan pendidikan yang sarat dengan ilmu, yang berkaitan dengan fiqh, alQur'an maupun bersifat umum, seperti astronomi, matematika, bahasa, dll. Syaikh Aaq Syamsuddin menjadi salah satu pilihan Sultan Murad II untuk mendidik putranya. Syaikh Aaq bukan sembarang ulama, beliau adalah seorang polymath, ulama yang menguasai berbagai bidang dan berwawasan luas, sehingga Mehmed benar-benar mendapatkan ilmunya dari seseorang yang tepat.

Keluasan ilmu umum yang didukung dengan pemahaman agama yang kuat membentuk Mehmed menjadi karakter yang cerdas dan berakhlak. Kekaguman Mehmed kepada Rasulullah Saw tak luput dari pelajaran sirah nabawiyah yang disampaikan Syaikh Aaq. Tak dipungkiri bahwa 'obsesi' Kesultanan Utsmani dari generasi ke generasi adalah menaklukkan Konstantinopel. Sehingga, Mehmed pun tumbuh dengan obsesi tersebut, menaklukkan Konstantinopel dan menjadi sebaik-baiknya pemimpin.

Konstantinopel Harus Takluk

Keinginan yang menggebu untuk menaklukkan Konstantinopel membuat Mehmed harus memutar otak. Kekuatan benteng darat Konstantinopel yang berlapis tiga menjadi bagian tersulit untuk menembus kota. Apalagi wilayahnya yang sebagian besar di keliling laut membuat kota ini tak terembus selama berabad-abad. 

Sultan Mehmed belajar dari sejarah, yang berkaitan dengan upaya para pendahulunya untuk menaklukkan Konstantinopel, apa kekurangan yang membuat rencana mereka gagal. Sembari belajar dari pengalaman generasi sebelumnya, Mehmed mengumpulkan ahli dari berbagai ilmu untuk mendukung rencananya. 

Strategi-strategi yang dilakukan Sultan Mehmed II dijelaskan cukup detail dalam buku ini, dengan dilengkapi gambar-gambar pendukung. Sayangnya, beberapa gambar agak membingungkan seperti struktur benteng konstantinopel atau peta 3D dari Konstantinopel.

Bagian yang menarik dari buku ini adalah layout. Jika sering dijumpai layout buku dengan desain yang senada pada hampir setiap lembarnya, maka Muhammad Al-Fatih 1453 memperlihatkan kekuatan layout dengan menampilkan desain yang disesuaikan dengan isi lembarannya. Dukungan layout membuat pembaca menjadi lebih bisa merasakan perjuangan Sultan Mehmed untuk menaklukkan Konstantinopel.

Allah lah yang Terkuat
"Sesungguhnya Allah meletakkan pedang di tanganku untuk berjihad di jalan-Nya. Maka jika aku tidak mampu untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan-kesulitan ini dan tidak aku lakukan kewajiban dengan pedang ini maka sangat tidak pantas bagiku untuk mendapatkan gelar Al-Ghazi yang aku sandang sekarang ini. Lalu, bagaimana aku akan menemui Allah pada Hari Kiamat nanti?" (h. 265)
Saat ketaqwaan, keyakinan dan komitmen menjadi kekuatan dalam diri manusia, perubahan besar dapat terjadi. Meski Sultan Mehmed memiliki pasukan yang lebih banyak dibandingkan Konstantinopel, dia tidak lantas menyombongkan diri. Pendidikan akhlak yang ditempa sejak dini menjadikannya sosok yang tetap menyandarkan kekuatannya kepada Sang Maha Kuat, Allah SWT. 

Perjuangan Sultan Mehmed untuk menaklukkan Konstantinopel sering menemui kegagalan, tak jarang memunculkan suara sumbang yang tidak mendukung, bahkan sempat muncul benih-benih pemberontakan dalam pasukan Yaniseri. Namun kembali lagi, Sultan Mehmed meyakini akan kepastian terealisasinya "ramalan" Rasulullah, melalui pedangnya. 

Demi merobohkan benteng konstantinopel, tak sekadar inovasi senjata yang diciptakannya tapi juga peningkatan ibadahnya dan seluruh prajuritnya. Kalimat, sebaik-baiknya pemimpin dan sebaik-baiknya pasukan, diyakini Sultan Mehmed sebagai pengingat bahwa pemimpin dan pasukan yang dimaksud harus mendapatkan ridha-Nya. Dan ridha akan tercapai jika mereka mendekatkan diri dan melandaskan peperangan ini demi Allah semata. Pemandangan shalat berjamaah dan lingkungan yang dipenuhi dengan tilawah menjadi gambaran kondisi perkemahan pasukan Utsmani saat pengepungan Konstantinopel

Belajar dari sirah Muhammad Al Fatih, pembaca dapat memetik banyak pelajaran berharga. Mulai dari pendidikan yang tidak mengotak-kotakkan antara agama dan umum, pembekalan akhlak yang membuahkan ketaqwaan dan keimanan yang tinggi, sifat pemimpin yang selalu bijak dalam mengatasi kemelut dalam pemerintahannya, sampai pada semangat pantang menyerah demi mendapatkan kedudukan yang tinggi di hadapan Allah Swt. Subhanallah...

Menekuni sejarah, apalagi berkenaan dengan Islam, akan memberikan asupan semangat dan renungan yang membuat kita berpikir dan bertindak lebih baik. Maka dari itu, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah Islam.

Judul: Muhammad AlFatih 1453
Penulis: Felix Siauw
Penyunting: Salman Iskandar
Penerbit: Al Fatih Press
Cetak: Kelima, November 2013
Tebal: xxvi + 320 hlm
ISBN: 978 602 17997 0 3
Harga: Rp. 75.000
Readmore → Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah Islam

Monday, January 27, 2014

Merawat Cinta Bersama Tausiyah Cinta

 
Ya Rabb.
aku yakin takdir-Mu pasti
aku yakin rencana-Mu sangat terukur
aku yakin kehendak-Mu yang terbaik
aku yakin setiap ketetapan-Mu tidak ada yang salah
maka, aku pun harus yakin
jika dia bukan jiwa yang Kau pilihkan untukku
akan ada jiwa lain yang lebih pantas untukku
untuk bertahta di hatiku
(Tausiyah Cinta ~ h. 37)
Mahabbah, nama lain dari cinta, adalah sebuah rasa yang selalu singgah dalam diri setiap manusia. Salah satu jenis cinta yang dikutip Tausiyah Cinta dari Ibnul Qayyim Al Jauziy adalah Al-Hubbu Fillah wa Lillah (cinta karena Allah dan di jalan Allah). Cinta karena Allah. Sering dengar kan? Apalagi beberapa waktu lalu sempat juga kalimat, "Aku mencintaimu karena Allah," menjadi fenomenal di ranah publik. Tapi, tahukah kita hakekat sebenarnya cinta karena Allah?

Meski cinta melingkupi banyak halnya, Tausiyah Cinta mengerucutkan tema tersebut pada cinta kepada lawan jenis. Cinta tersebut sangat riskan disusupi setan/iblis supaya menyimpang dari kemurniannya. Apakah akan menjadi virus atau ladang pahala, tergantung bagaimana mengelolanya. Sangat dibutuhkan ilmu yang tepat dan benar, seperti yang diuraikan dalam bab Hijrah Cinta. 
Cinta adalah anugerah terindah, asal kita tidak salah memperlakukannya (Tausiyah Cinta ~ h. 21)
Jodoh, rezeki, dan kematian telah ditentukan oleh Allah, bahkan sebelum kita lahir ke dunia. Jangan terlalu ikut campur dengan urusan Allah dan jangan terlalu sibuk mencari jodoh. Lebih baik kita memantaskan diri. Perbaiki keburukan kita, tutupi kekurangan dengan kebaikan. (Tausiyah Cinta ~ h. 32)
Ketika mental dan karaker telah siap menuju penghalalan cinta, proses menapakinya diuraikan pada bab Tentang Ta'aruf dan Merayakan Cinta. Bab yang menjabarkan tentang langkah yang diridhoi Allah untuk menggenggam sang cinta. Banyak cara menuju pernikahan, tinggal kita memilih jalur penuh keberkahan atau malah yang dipenuhi rayuan setan, untuk meraih penyempurna separuh dien tersebut.
Kalau kita mencintai seseorang, cintai ia sebagai wujud ibadah kepada Sang Pencipta (Tausiyah Cinta ~ h. 35)
Mengenal, merawat, dan mengarahkan cinta dipaparkan Tausiyah Cinta, No Khalwat Until Akad dengan gaya bahasa yang mudah dicerna. Meski ada pengulangan pembahasan  pada beberapa bab, tujuannya lebih kepada penekanan untuk sesuatu yang penting untuk diingat. Segmen utama dari Tausiyah Cinta adalah para single, tapi beberapa bagian mampu menyentil pembaca yang telah menikah, terutama dalam memahami hakekat cinta.
Cinta yang halal...
Berapa banyak dari kita yang mengharapkannya
Begitu banyak dari kita yang mendambakannya
Tapi, jangan menghalalkan segala cara
Karena cinta mengajari kita untuk mengerti
Arti sebuah keikhlasan
Milikilah cinta di atas jalan yang haq
Cinta yang berpijak pada satu kekuatan yang utuh
(Tausiyah Cinta ~ h. 2)

Judul: Tausiyah Cinta, No Khalwat Until Akad
Penulis: @tausiyahku
Penerjemah: Idhan & Agung
Penerbit: Qultum Media
Cetak: Ketiga, Januari 2014
Tebal: viii+168 hlm
ISBN: 978 99 017 264 7
Harga: Rp.  38.000
Readmore → Merawat Cinta Bersama Tausiyah Cinta

Wednesday, January 15, 2014

Habits, Menjadi Luar Biasa Dari yang Biasa


Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan kebiasaan.” - Aristoteles
Pepatah ini saya temukan dalam buku, Ya, Aku Bisa! Juara Sepanjang Masa. Pepatah yang sangat pas menggambarkan isi buku bersampul sederhana tapi cantik ini. Habits atau kebiasaan, adalah kata yang sebenarnya sudah familiar di kepala kita, tapi kebanyakan menganggapnya sesuatu yang biasa. Dari yang biasa inilah, kita bisa menjadi sosok yang dianggap luar biasa. Jadi, yang harus digarisbawahi adalah bahwa yang luar biasa dimulai dari yang biasa.

Menciptakan kebiasaan adalah faktor penting yang wajib dilakukan jika memiliki keinginan menjadi seseorang atau mewujudkan sesuatu. Seperti saat seseorang yang tidak pernah tilawah, kemudian diajak untuk mengikuti program One Day One Juz, kebanyakan akan berpikir, 'itu mustahil!' Tapi, bagi yang setiap hari sudah terbiasa membaca Al-Qur'an, ajakan tersebut bukanlah hal yang sulit. Memandang sulit dan mudah pun menjadi tergantung dari kebiasaan kita.

Kebiasaan akan sangat mempengaruhi akan seperti apa kita kelak. Jika terbiasa melakukan hal-hal positif, sudah tentu akan bermanfaat baik untuk kehidupan kita, dan berlaku juga sebaliknya, ketika kita memilih untuk melakukan aktivitas keseharian yang berdampak buruk. Jadi, kita penentunya, akan menggiring diri kita pada yang baik atau buruk. Ada dua kunci yang diberikan dalam buku How to Master Your Habits, untuk menciptakan habits yang baik. Dengan melakukan kunci inilah, secara refleks akan dilakukan kebiasaan-kebiasaan, yang sangat mungkin menjadikan kita sosok luar biasa, dari aktivitas yang biasa.
Sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah yaitu yang terus menerus (HR. Bukhari Muslim)
Tak sekadar memberikan pemahaman tentang pentingnya membentuk sebuah habits, How to Master Your Habits dilengkapi contoh kasus yang sangat mendukung kemudahan pembaca untuk menyerap apa yang disampaikan. Salah satu contoh kasus yang berkesan dibenak saya adalah membaca huruf arab gundul. Selain itu, kita juga disadarkan tentang hal-hal kecil yang bisa jadi selama ini kita anggap sepele ternyata berpengaruh buruk terhadap keberlangsungan habits.

Judul: How to Master Your Habits
Penulis: Felix Siauw
Penyunting: Ramadhi
Penerbit: Al Fatih Press
Cetak: Keempat, Oktober 2013
Tebal: 160 + viii
Bintang: 5/5

Readmore → Habits, Menjadi Luar Biasa Dari yang Biasa

Wednesday, January 8, 2014

Menjadi Juara Seumur Hidup

 
Aku mengikuti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya sepanjang ia ingat kepada-Ku.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
You can if you think you can. Dua kalimat yang membuka review ini adalah kunci keberhasilan yang digaungkan dalam buku "Ya, Aku Bisa! Juara Sepanjang Masa". Orang akan merasa bangkit jika dia senantiasa berpikir positif. Jika kepala selalu dipenuhi dengan kenegatifan, apapun yang didapatkan tidak akan menciptakan senyum bahagia, bahkan jika yang diperolehnya adalah hal yang diidam-idamkan. Selalu ada yang kurang di matanya.

You can if you think you can. Kamu bisa saat kamu berpikir bisa. Ya, Aku Bisa! kalimat yang perlu ditanamkan untuk menjadi sosok yang berprestasi dan juara sepanjang masa. Buku ini juga mengubah stereotipe yang terlanjur merekap di kepala, yaitu bahwa juara selalu identik dengan piala, medali, atau naik panggung jawara. Kalau pernah membaca novel 12 Menit, pasti paham bahwa keberhasilan ditentukan dari kesungguhan berlatih dari waktu yang tidak pendek. Begitupun dengan yang disampaikan Mbak Afifah Afra.

Dari bab ke bab, pembaca digiring untuk mengerti, alasan/motivasi, dan bagaimana menjadi juara. Tak hanya berteori, tapi ada contoh kasus dan kuisioner yang membantu memahami karakter apa yang dimiliki. Bagian yang menarik adalah penjabaran tentang kecerdasan dan tipikal belajar. Ternyata kecerdasan tidak hanya terbatas pada IQ, EQ dan SQ, masih banyak jenis kecerdasan yang memungkinan dimiliki setiap orang. Jika tes IQ menunjukkan nilai yang jeblok, bukan berarti kita bodoh, tapi ada jenis kecerdasan lain yang kita miliki. Pemaparan tentang kecerdasan yang dilengkapi dengan tipe belajar bisa menjadi referensi orangtua untuk mengenali karakter anak dan cara mendidik.

Menciptakan kebiasaan, menyusun strategi, dan menentukan tujuan dijabarkan dengan gaya bahasa santai, sesuai dengan segmen remaja. Gambaran mengenai apa yang harus dilakukan untuk memiliki mentalitas juara pun menjadi tidak terasa kaku. Sayang pada buku saya halaman 103-104 hilang, padahal sedang asik-asiknya membaca tentang strategi membuat grand design. Tak luput juga dibahasa apa saja yang harus dijauhi saat kita memutuskan untuk menjadi juara.

Juara Sepanjang Masa, cukup lengkap untuk dijadikan pegangan, terutama remaja, saat sedang bingung menyusun masa depan, atau yang belum berpikir akan jadi apakah aku nanti.

Judul: Ya, Aku Bisa! Juara Sepanjang Masa
Penulis: Afifah Afra
Penyunting: Aisyah Biru
Penerbit:  Afra Publishing
Cetak: Pertama, Maret 2012
Tebal: 134 hlm
Bintang: 4/5
Readmore → Menjadi Juara Seumur Hidup

Thursday, December 26, 2013

Perempuan pun Bisa Menjadi Pebisnis Tangguh


Jika dulu bisnis hanya diidentikkan dengan laki-laki, saat ini banyak sekali perempuan yang menjadi pebisnis, mulai dari usaha kecil sampai perusahaan besar. Padahal jauh berabad-abad silam, ada sosok perempuan hebat yang menekuni bisnis, bahkan menjadi salah satu 'penguasa' pasar di Makkah. Khadijah, istri yang sangat dicintai Rasulullah saw, inilah pebisnis yang ilmunya layak untuk diambil dan diterapkan dalam berbisnis.

Belajar Bisnis Kepada Khadijah dituliskan untuk memberitahukan apa saja faktor yang membuat Ummuh Fatimah ini menjadi pebisnis andal. Diantaranya, perekrutan karyawan, mengelola modal, melihat iklim pasar, dan lain-lain. Keberhasilan bisnis Khadijah pun tidak luput dari peran kuat kedermawanan dan kekuatan spiritualnya. Namun, ada beberapa bagian yang terasa diulang-ulang dan kurang efisien, yaitu pembahasan dalam bab "Langkah-Langkah Meraih Kesuksesan" dan "Kunci Sukses Khadijah" yang sebenarnya bisa dijadikan satu bab.

Tak sekadar mengambil ilmu dari kinerja Khadijah ra, penulis juga merangkumkan tahapan memulai bisnis. Juga menggarisbawahi, pentingnya silaturahmi untuk networking dan keberkahan sebuah bisnis. Sebuah buku yang bisa menjadi pemicu perempuan untuk tidak takut berbisnis, dan menjadi pebisnis tangguh.

Judul: Belajar Bisnis Kepada Khadijah
Penulis: Azti Azlina
Penyunting: Yadi Saeful Hidayat
Penerbit: Mizania
Cetak: Pertama, Agustus 2010
Tebal: 170 hlm
Bintang: 3/5
Readmore → Perempuan pun Bisa Menjadi Pebisnis Tangguh

Monday, December 9, 2013

My Avilla


Love in The Rainy Days, adalah novel Ifa Avianty pertama yang saya baca. Dari kedua novel ini, saya menangkap kepiawaian penulis untuk menciptakan suasana romantis dan mengolah alur yang bisa mempengaruhi emosi pembaca. Lihat saja, bagaimana penulis mengajak pembaca merasakan kegelisahan Margriet, seorang muslimah yang harus mati-matian menata hatinya saat terserang virus merah jambu. Hei, muslimah juga manusia kan! 

Fajar yang lebih muda empat tahun dan teman adiknya, Trudy, membuat hati Margriet kebat-kebit, saat mendapatkan pernyataan cinta darinya. Tapi, keresahan Fajar atas pencarian Tuhan membuat Margriet tidak dapat menerimanya. Waktu berlalu, mengiringi kegundahan Margriet dan pencarian Fajar dengan rasa yang masih terselip di masing-masing hati. Namun, perjumpaan Margriet dengan Phil, yang menyelipkan canda, memberinya kehidupan dan senyum yang baru.
Kini aku baru tahu bahwa cinta dan keikhlasan harusnya duduk berdampingan dan bukannya saling meniadakan ~ h. 15
Saya sempat salah sangka, saat membaca sinopsis novel My Avilla yang lebih condong ke tokoh Trudy. Perkiraan awalku, kisah akan lebih banyak mengangkat proses tokoh Trudy yang berusaha menemukan hakikat cinta dan keikhlasan sang kakak, ternyata bukan. Peran Trudy dalam novel ini sebagai adik Margriet yang merasa tersisihkan oleh sang kakak. Berkebalikan dengan sifat Margriet, Trudy adalah sosok hedon yang menyukai duniawi. Konflik kakak-beradik semakin memuncak saat Trudy menyadari pria yang dicintainya, Fajar, malah menyimpan perasaan pada kakaknya.

Pencarian Tuhan menjadi salah satu konflik dalam alur cerita My Avilla. Fajar dan Phil adalah tokoh yang diselimuti kegelisahan dalam mencari keimanan. Meski menurut saya pembahasan tentang pencarian Tuhan diantara mereka tidak terlalu berat, banyak pemikiran yang menyentuh. Berpikir dan memahami agama membuat manusia semakin menyadari betapa kita sangat membutuhkanNya.
Bagi saya, jika sebuah agama bisa meng-endorse umatnya untuk berpikir lebih dalam dan logis, bukan melulu dogma-dogma, maka itulah agama yang 'benar' bagi umat tersebut ~ h.131
Sayangnya, konflik yang menarik dan alur yang menyentuh tidak didukung dengan kekuatan karakter tokoh. Penuturan cerita dari sudut pandang para tokoh disampaikan dengan gaya yang hampir sama. Tidak terlihat ciri khas dari masing-masing tokoh, bahkan Margriet yang kalem dan Trudy yang blak-blakan tidak terlalu tampak perbedaannya saat dijadikan sudut pandang cerita. 

Untuk akhir cerita, ada bagian yang terasa 'disia-siakan', yaitu konflik Margriet dan Fajar. Agak sayang jika kisah tersebut diceritakan dengan narasi yang sepertinya 'seadanya', karena jika kebersamaan Margriet dan Fajar digali dan dikembangkan, bisa jadi My Avilla akan memiliki sekuel yang menarik. 

Judul: My Avilla
Penulis: Ifa Avianty
Penyunting Bahasa: Asri Istiqomah
Penerbit: Indiva Media Kreasi
ISBN: 6028277495
Cetak: 2012
Tebal: 184 hlm
Ukuran: 20 cm
Harga: Rp. 26.000
Bintang: 3/5
Readmore → My Avilla

My Blog List

 

. Template by Ipietoon Cute Blog Design