Monday, January 27, 2014

Merawat Cinta Bersama Tausiyah Cinta

 
Ya Rabb.
aku yakin takdir-Mu pasti
aku yakin rencana-Mu sangat terukur
aku yakin kehendak-Mu yang terbaik
aku yakin setiap ketetapan-Mu tidak ada yang salah
maka, aku pun harus yakin
jika dia bukan jiwa yang Kau pilihkan untukku
akan ada jiwa lain yang lebih pantas untukku
untuk bertahta di hatiku
(Tausiyah Cinta ~ h. 37)
Mahabbah, nama lain dari cinta, adalah sebuah rasa yang selalu singgah dalam diri setiap manusia. Salah satu jenis cinta yang dikutip Tausiyah Cinta dari Ibnul Qayyim Al Jauziy adalah Al-Hubbu Fillah wa Lillah (cinta karena Allah dan di jalan Allah). Cinta karena Allah. Sering dengar kan? Apalagi beberapa waktu lalu sempat juga kalimat, "Aku mencintaimu karena Allah," menjadi fenomenal di ranah publik. Tapi, tahukah kita hakekat sebenarnya cinta karena Allah?

Meski cinta melingkupi banyak halnya, Tausiyah Cinta mengerucutkan tema tersebut pada cinta kepada lawan jenis. Cinta tersebut sangat riskan disusupi setan/iblis supaya menyimpang dari kemurniannya. Apakah akan menjadi virus atau ladang pahala, tergantung bagaimana mengelolanya. Sangat dibutuhkan ilmu yang tepat dan benar, seperti yang diuraikan dalam bab Hijrah Cinta. 
Cinta adalah anugerah terindah, asal kita tidak salah memperlakukannya (Tausiyah Cinta ~ h. 21)
Jodoh, rezeki, dan kematian telah ditentukan oleh Allah, bahkan sebelum kita lahir ke dunia. Jangan terlalu ikut campur dengan urusan Allah dan jangan terlalu sibuk mencari jodoh. Lebih baik kita memantaskan diri. Perbaiki keburukan kita, tutupi kekurangan dengan kebaikan. (Tausiyah Cinta ~ h. 32)
Ketika mental dan karaker telah siap menuju penghalalan cinta, proses menapakinya diuraikan pada bab Tentang Ta'aruf dan Merayakan Cinta. Bab yang menjabarkan tentang langkah yang diridhoi Allah untuk menggenggam sang cinta. Banyak cara menuju pernikahan, tinggal kita memilih jalur penuh keberkahan atau malah yang dipenuhi rayuan setan, untuk meraih penyempurna separuh dien tersebut.
Kalau kita mencintai seseorang, cintai ia sebagai wujud ibadah kepada Sang Pencipta (Tausiyah Cinta ~ h. 35)
Mengenal, merawat, dan mengarahkan cinta dipaparkan Tausiyah Cinta, No Khalwat Until Akad dengan gaya bahasa yang mudah dicerna. Meski ada pengulangan pembahasan  pada beberapa bab, tujuannya lebih kepada penekanan untuk sesuatu yang penting untuk diingat. Segmen utama dari Tausiyah Cinta adalah para single, tapi beberapa bagian mampu menyentil pembaca yang telah menikah, terutama dalam memahami hakekat cinta.
Cinta yang halal...
Berapa banyak dari kita yang mengharapkannya
Begitu banyak dari kita yang mendambakannya
Tapi, jangan menghalalkan segala cara
Karena cinta mengajari kita untuk mengerti
Arti sebuah keikhlasan
Milikilah cinta di atas jalan yang haq
Cinta yang berpijak pada satu kekuatan yang utuh
(Tausiyah Cinta ~ h. 2)

Judul: Tausiyah Cinta, No Khalwat Until Akad
Penulis: @tausiyahku
Penerjemah: Idhan & Agung
Penerbit: Qultum Media
Cetak: Ketiga, Januari 2014
Tebal: viii+168 hlm
ISBN: 978 99 017 264 7
Harga: Rp.  38.000
Readmore → Merawat Cinta Bersama Tausiyah Cinta

Wednesday, January 15, 2014

Habits, Menjadi Luar Biasa Dari yang Biasa


Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan kebiasaan.” - Aristoteles
Pepatah ini saya temukan dalam buku, Ya, Aku Bisa! Juara Sepanjang Masa. Pepatah yang sangat pas menggambarkan isi buku bersampul sederhana tapi cantik ini. Habits atau kebiasaan, adalah kata yang sebenarnya sudah familiar di kepala kita, tapi kebanyakan menganggapnya sesuatu yang biasa. Dari yang biasa inilah, kita bisa menjadi sosok yang dianggap luar biasa. Jadi, yang harus digarisbawahi adalah bahwa yang luar biasa dimulai dari yang biasa.

Menciptakan kebiasaan adalah faktor penting yang wajib dilakukan jika memiliki keinginan menjadi seseorang atau mewujudkan sesuatu. Seperti saat seseorang yang tidak pernah tilawah, kemudian diajak untuk mengikuti program One Day One Juz, kebanyakan akan berpikir, 'itu mustahil!' Tapi, bagi yang setiap hari sudah terbiasa membaca Al-Qur'an, ajakan tersebut bukanlah hal yang sulit. Memandang sulit dan mudah pun menjadi tergantung dari kebiasaan kita.

Kebiasaan akan sangat mempengaruhi akan seperti apa kita kelak. Jika terbiasa melakukan hal-hal positif, sudah tentu akan bermanfaat baik untuk kehidupan kita, dan berlaku juga sebaliknya, ketika kita memilih untuk melakukan aktivitas keseharian yang berdampak buruk. Jadi, kita penentunya, akan menggiring diri kita pada yang baik atau buruk. Ada dua kunci yang diberikan dalam buku How to Master Your Habits, untuk menciptakan habits yang baik. Dengan melakukan kunci inilah, secara refleks akan dilakukan kebiasaan-kebiasaan, yang sangat mungkin menjadikan kita sosok luar biasa, dari aktivitas yang biasa.
Sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah yaitu yang terus menerus (HR. Bukhari Muslim)
Tak sekadar memberikan pemahaman tentang pentingnya membentuk sebuah habits, How to Master Your Habits dilengkapi contoh kasus yang sangat mendukung kemudahan pembaca untuk menyerap apa yang disampaikan. Salah satu contoh kasus yang berkesan dibenak saya adalah membaca huruf arab gundul. Selain itu, kita juga disadarkan tentang hal-hal kecil yang bisa jadi selama ini kita anggap sepele ternyata berpengaruh buruk terhadap keberlangsungan habits.

Judul: How to Master Your Habits
Penulis: Felix Siauw
Penyunting: Ramadhi
Penerbit: Al Fatih Press
Cetak: Keempat, Oktober 2013
Tebal: 160 + viii
Bintang: 5/5

Readmore → Habits, Menjadi Luar Biasa Dari yang Biasa

Wednesday, January 8, 2014

Menjadi Juara Seumur Hidup

 
Aku mengikuti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya sepanjang ia ingat kepada-Ku.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
You can if you think you can. Dua kalimat yang membuka review ini adalah kunci keberhasilan yang digaungkan dalam buku "Ya, Aku Bisa! Juara Sepanjang Masa". Orang akan merasa bangkit jika dia senantiasa berpikir positif. Jika kepala selalu dipenuhi dengan kenegatifan, apapun yang didapatkan tidak akan menciptakan senyum bahagia, bahkan jika yang diperolehnya adalah hal yang diidam-idamkan. Selalu ada yang kurang di matanya.

You can if you think you can. Kamu bisa saat kamu berpikir bisa. Ya, Aku Bisa! kalimat yang perlu ditanamkan untuk menjadi sosok yang berprestasi dan juara sepanjang masa. Buku ini juga mengubah stereotipe yang terlanjur merekap di kepala, yaitu bahwa juara selalu identik dengan piala, medali, atau naik panggung jawara. Kalau pernah membaca novel 12 Menit, pasti paham bahwa keberhasilan ditentukan dari kesungguhan berlatih dari waktu yang tidak pendek. Begitupun dengan yang disampaikan Mbak Afifah Afra.

Dari bab ke bab, pembaca digiring untuk mengerti, alasan/motivasi, dan bagaimana menjadi juara. Tak hanya berteori, tapi ada contoh kasus dan kuisioner yang membantu memahami karakter apa yang dimiliki. Bagian yang menarik adalah penjabaran tentang kecerdasan dan tipikal belajar. Ternyata kecerdasan tidak hanya terbatas pada IQ, EQ dan SQ, masih banyak jenis kecerdasan yang memungkinan dimiliki setiap orang. Jika tes IQ menunjukkan nilai yang jeblok, bukan berarti kita bodoh, tapi ada jenis kecerdasan lain yang kita miliki. Pemaparan tentang kecerdasan yang dilengkapi dengan tipe belajar bisa menjadi referensi orangtua untuk mengenali karakter anak dan cara mendidik.

Menciptakan kebiasaan, menyusun strategi, dan menentukan tujuan dijabarkan dengan gaya bahasa santai, sesuai dengan segmen remaja. Gambaran mengenai apa yang harus dilakukan untuk memiliki mentalitas juara pun menjadi tidak terasa kaku. Sayang pada buku saya halaman 103-104 hilang, padahal sedang asik-asiknya membaca tentang strategi membuat grand design. Tak luput juga dibahasa apa saja yang harus dijauhi saat kita memutuskan untuk menjadi juara.

Juara Sepanjang Masa, cukup lengkap untuk dijadikan pegangan, terutama remaja, saat sedang bingung menyusun masa depan, atau yang belum berpikir akan jadi apakah aku nanti.

Judul: Ya, Aku Bisa! Juara Sepanjang Masa
Penulis: Afifah Afra
Penyunting: Aisyah Biru
Penerbit:  Afra Publishing
Cetak: Pertama, Maret 2012
Tebal: 134 hlm
Bintang: 4/5
Readmore → Menjadi Juara Seumur Hidup

Thursday, December 26, 2013

Perempuan pun Bisa Menjadi Pebisnis Tangguh


Jika dulu bisnis hanya diidentikkan dengan laki-laki, saat ini banyak sekali perempuan yang menjadi pebisnis, mulai dari usaha kecil sampai perusahaan besar. Padahal jauh berabad-abad silam, ada sosok perempuan hebat yang menekuni bisnis, bahkan menjadi salah satu 'penguasa' pasar di Makkah. Khadijah, istri yang sangat dicintai Rasulullah saw, inilah pebisnis yang ilmunya layak untuk diambil dan diterapkan dalam berbisnis.

Belajar Bisnis Kepada Khadijah dituliskan untuk memberitahukan apa saja faktor yang membuat Ummuh Fatimah ini menjadi pebisnis andal. Diantaranya, perekrutan karyawan, mengelola modal, melihat iklim pasar, dan lain-lain. Keberhasilan bisnis Khadijah pun tidak luput dari peran kuat kedermawanan dan kekuatan spiritualnya. Namun, ada beberapa bagian yang terasa diulang-ulang dan kurang efisien, yaitu pembahasan dalam bab "Langkah-Langkah Meraih Kesuksesan" dan "Kunci Sukses Khadijah" yang sebenarnya bisa dijadikan satu bab.

Tak sekadar mengambil ilmu dari kinerja Khadijah ra, penulis juga merangkumkan tahapan memulai bisnis. Juga menggarisbawahi, pentingnya silaturahmi untuk networking dan keberkahan sebuah bisnis. Sebuah buku yang bisa menjadi pemicu perempuan untuk tidak takut berbisnis, dan menjadi pebisnis tangguh.

Judul: Belajar Bisnis Kepada Khadijah
Penulis: Azti Azlina
Penyunting: Yadi Saeful Hidayat
Penerbit: Mizania
Cetak: Pertama, Agustus 2010
Tebal: 170 hlm
Bintang: 3/5
Readmore → Perempuan pun Bisa Menjadi Pebisnis Tangguh

Monday, December 9, 2013

My Avilla


Love in The Rainy Days, adalah novel Ifa Avianty pertama yang saya baca. Dari kedua novel ini, saya menangkap kepiawaian penulis untuk menciptakan suasana romantis dan mengolah alur yang bisa mempengaruhi emosi pembaca. Lihat saja, bagaimana penulis mengajak pembaca merasakan kegelisahan Margriet, seorang muslimah yang harus mati-matian menata hatinya saat terserang virus merah jambu. Hei, muslimah juga manusia kan! 

Fajar yang lebih muda empat tahun dan teman adiknya, Trudy, membuat hati Margriet kebat-kebit, saat mendapatkan pernyataan cinta darinya. Tapi, keresahan Fajar atas pencarian Tuhan membuat Margriet tidak dapat menerimanya. Waktu berlalu, mengiringi kegundahan Margriet dan pencarian Fajar dengan rasa yang masih terselip di masing-masing hati. Namun, perjumpaan Margriet dengan Phil, yang menyelipkan canda, memberinya kehidupan dan senyum yang baru.
Kini aku baru tahu bahwa cinta dan keikhlasan harusnya duduk berdampingan dan bukannya saling meniadakan ~ h. 15
Saya sempat salah sangka, saat membaca sinopsis novel My Avilla yang lebih condong ke tokoh Trudy. Perkiraan awalku, kisah akan lebih banyak mengangkat proses tokoh Trudy yang berusaha menemukan hakikat cinta dan keikhlasan sang kakak, ternyata bukan. Peran Trudy dalam novel ini sebagai adik Margriet yang merasa tersisihkan oleh sang kakak. Berkebalikan dengan sifat Margriet, Trudy adalah sosok hedon yang menyukai duniawi. Konflik kakak-beradik semakin memuncak saat Trudy menyadari pria yang dicintainya, Fajar, malah menyimpan perasaan pada kakaknya.

Pencarian Tuhan menjadi salah satu konflik dalam alur cerita My Avilla. Fajar dan Phil adalah tokoh yang diselimuti kegelisahan dalam mencari keimanan. Meski menurut saya pembahasan tentang pencarian Tuhan diantara mereka tidak terlalu berat, banyak pemikiran yang menyentuh. Berpikir dan memahami agama membuat manusia semakin menyadari betapa kita sangat membutuhkanNya.
Bagi saya, jika sebuah agama bisa meng-endorse umatnya untuk berpikir lebih dalam dan logis, bukan melulu dogma-dogma, maka itulah agama yang 'benar' bagi umat tersebut ~ h.131
Sayangnya, konflik yang menarik dan alur yang menyentuh tidak didukung dengan kekuatan karakter tokoh. Penuturan cerita dari sudut pandang para tokoh disampaikan dengan gaya yang hampir sama. Tidak terlihat ciri khas dari masing-masing tokoh, bahkan Margriet yang kalem dan Trudy yang blak-blakan tidak terlalu tampak perbedaannya saat dijadikan sudut pandang cerita. 

Untuk akhir cerita, ada bagian yang terasa 'disia-siakan', yaitu konflik Margriet dan Fajar. Agak sayang jika kisah tersebut diceritakan dengan narasi yang sepertinya 'seadanya', karena jika kebersamaan Margriet dan Fajar digali dan dikembangkan, bisa jadi My Avilla akan memiliki sekuel yang menarik. 

Judul: My Avilla
Penulis: Ifa Avianty
Penyunting Bahasa: Asri Istiqomah
Penerbit: Indiva Media Kreasi
ISBN: 6028277495
Cetak: 2012
Tebal: 184 hlm
Ukuran: 20 cm
Harga: Rp. 26.000
Bintang: 3/5
Readmore → My Avilla

Tuesday, November 19, 2013

Betang Cinta yang Tumbuh dalam Diam


Saat melihat sampul novel islami, Betang Cinta yang Tumbuh dalam Diam, yang terpikir di kepala, "kok lembut sekali pilihan warnanya?" Sepertinya bukan tipe yang akan mudah ditemukan saat mencarinya di toko buku. Ketiadaan warna terang yang menonjol memungkinkan buku ini mudah terlewatkan mata. Ya, itulah pendapat pribadi saya, saat pertama kali memandang karya Mbak Shabrina ini. Dan pikiran saya terjawab sepanjang membaca kisah Danum.

Kedatangan surat panggilan seleksi dayung untuk Pelatda membuat Danum gelisah. Surat panggilan yang jika dipenuhi membuat Danum harus meninggalkan rumah betang dan kakek. Dayung memang menjadi kecintaan Danum, tapi rasa sayang pada rumah betang dan kakek juga begitu besar. Pilihan yang berat. Kenangan masa kecil bersama bocah lelaki bernama Dehen, juga meresahkan hati Danum. Rasa yang perlahan menyerang hati Danum kepada Dehen, menjadi kisah tersendiri di samping upaya Danum menjadi seorang atlet dayung. Konflik batin itulah yang sebagian besar mewarnai alur cerita yang berlatar tempat di Kalimantan Selatan.

Sebagai penyuka cerita meletup-letup dan penuh kejutan, novel ini memang terasa lambat dan datar. Konflik sedikit naik ketika kesedihan datang di waktu yang sama, saat Danum menjuarai dayung. Tapi, nilai tambah yang membuat novel ini menarik adalah banyaknya kata-kata yang bisa dikutip dan pesan moral yang disampaikan dengan halus. Isu konservasi lingkungan coba diselipkan penulis dalam cerita lewat sosok Arba, kakak Danum. Menarik membaca masa kecil dan upaya Arba untuk mempertahankan rumah betang dan memberdayakan ibu-ibu dengan kerajinan tangannya. Jika tokoh Arba digali lebih dalam, sepertinya bisa menjadi novel tersendiri.

Romansa tak lupa menjadi bumbu kisah. Bukan kisah Danum-Dehen yang mencuri perhatianku, tapi kenangan Kakek tentang Nenek yang terasa sangat manis dan romantis. Tanpa sadar, membuat saya menunggu-nunggu, apalagi yang dilakukan/dikatakan Kakek yang berkaitan dengan Nenek. 

Well, jadi tak salah jika desain sampul menampilkan warna lembut dan kombinasi aliran sungai yang tenang, karena suasana tersebut sangat menggambarkan alur cerita. 

Judul: Betang Cinta yang Tumbuh dalam Diam
Penulis: Shabrina ws
Penerbit: Quanta [ElexMedia]
Cetak: Pertama, Jakarta 2013
Tebal: 175 hlm
Bintang: 3/5

:: ingin buku seken/murah bermutu? mampir ke Toko Buku Murah yuk! ::
Readmore → Betang Cinta yang Tumbuh dalam Diam

Tuesday, July 30, 2013

Berjalan di Atas Cahaya

Saat mengetahui Hanum Salsabiela menelurkan karya baru setelah 99 Cahaya di Langit Eropa, saya termasuk yang excited untuk membaca buku terbarunya. Pengalaman membaca 99 Cahaya di Langit Eropa yang sarat dengan pengetahuan tentang sejarah Islam di ranah Eropa, memberikan pengharapan yang besar bahwa Berjalan di Atas Cahaya juga akan memberikan kejutan-kejutan senada. Ternyata, ekspektasi saya tidak sepenuhnya benar.

Kali ini Hanum bersama Tutie Amaliah dan Wardatul Ula lebih banyak bercerita tentang kehidupan dan interaksi muslim/mualaf di Eropa. Meski temanya terdengar lebih ‘biasa’ dibandingkan buku sebelumnya, ternyata dari kumpulan cerita tersebut memberikan gambaran yang menarik tentang pandangan hidup para muslim/mualaf yang terkadang tidak mudah. Tak mudah mendapatkan pekerjaan ketika stempel muslim terpampang jelas dalam diri kita melalui jilbab. Pandangan masyarakat Eropa yang kerapkali sinis pada Islam, menyebabkan penolakan atau perlakuan yang tidak menyenangkan, seperti yang terekam dalam kisah Pahlawanku Si Cadar Hitam; Antara Saya, Kamu, dan Secangkir Capuccino; Tanya Namanya, Dengar Ceritanya; atau Karena Saya Tak Gaul.

Meski ada diskriminasi, ada juga muslimah yang berhasil menunjukkan eksistensinya pada khalayak Eropa. Sosok Bunda Ikoy [Bunda Ikoy, Si Pembuat Jam] dan Nur Dann [Nge-Rapp Adalah Cara Saya Berdakwah] membuktikan bahwa mereka dapat ‘masuk’ dan bertahan di dunia sekuler tanpa kehilangan keislamannya. Walaupun banyak berbicara tentang sisi kemanusiaannya, beberapa tulisan tetap memberikan nuansa traveling dan keunikan dari suatu kota/negara. Kisah ‘Tapak Kemuliaan di Sisilia’ menjadi satu-satunya cerita yang mengingatkan kembali tentang adanya jejak kebudayaan Islam di Eropa.

Judul: Berjalan di Atas Cahaya
Penulis: Hanum Salsabiela rais, Tutie Amaliah, dan Wardatul Ula
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetak: Pertama, 2013
Tebal: 210 hlm
Bintang: 4/5

:: ingin buku seken/murah bermutu? mampir ke FB Parcel Buku yuk! ::
Readmore → Berjalan di Atas Cahaya

My Blog List

 

. Template by Ipietoon Cute Blog Design